Cara mengukur debit sungai yang benar

Data debit suatu sumber air merupakan satu diantara dua data utama dalam perancangan turbin air. Debit merupakan banyaknya volume air yang mengalir dalam tiap satuan waktu. Biasanya, menggunakan satuan Liter/detik. Untuk mengukur debit suatu sungai, biasanya digunakan alat yang disebut Current Meter. Selain Current meter, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengukur debit namun tidak dibahas pada postingan ini. Dibawah ini ditampilkan gambar current meter 
Current Meter



Sebenarnya, data yang dibaca oleh alat ini bukan Debit yang memiliki satuan Liter/detik. Satuan yang dibaca oleh alat ini adalah kecepatan.. Alat ini sendiri sebenarnya bisa digunakan mengukur kecepatan aliran baik air ataupun angin dengan menyesuaikan probenya. Satuan yang biasa dipakai untuk alat ini yaitu m/s. Lalu, bagaimana mengukur debit yang bisa digunakan dalam perancangan turbin air? Caranya cukup mudah. Bila yang akan diukur sungai, maka peralatan yang dibutuhkan adalah Current meter dan Meteran. Penampang sungai dibagi menjadi beberapa bagian dengan masing masing panjang yang sama. Misal, lebar sungai panjangnya 6 m, dan ingin dibagi per 50 cm, maka akan ada 12 bagian. Setiap bagian ini diukur kedalamannya masing masing. Maka kita akan mendapatkan profil penampang sungai. Nah di setiap bagian ini, diukur kecepatan airnya mengggunakan alat current meter. Setelah lengkap, kita akan mendapatkan data debit sungai tersebut. Data ini bila digambarkan akan tampak seperti gambar dibawah ini.
Grafik hasil pengukuran sungai

Pada grafik diatas tampak bahwa garis biru menunjukkan kedalaman sungai dan bar orange menunjukkan kecepatan aliran di sungai. kemudian data ini di rata ratakan lalu dikalikan dengan luas penampang sungai, maka didapat data debit (Debit = Luas penampang x kecepatan ).

Hal yang harus diingat, data debit ini merupakan debit sesaat. Kenapa debit sesaat? karena pengukuran hanya dilakukan satu kali. Bila ingin mengetahui debit sebenarnya, harus dilakukan di sepanjang tahun di setiap bulannya. Kita tahu di Indonesia memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. curah hujan di masing masing musim ini pasti berbeda. Hal ini mengakibatkan secara langsung, debit yang ada di sungai akan berbeda juga. Waktu pengukuran juga menentukan. Andaikan sebelum pengukuran terjadi hujan, tentulah debit yang ada di sungai akan besar. namun bila pengukuran di hari yang tidak hujan, debit sungai pasti berbeda ketika sesudah hujan.

Jadi, untuk mengetahui debit sebenarnya suatu sungai, harus dilakukan di sepanjang tahun dan beberapa kondisi yang berbeda. Bila perlu, pengukuran dilakukan selama beberapa tahun dengan pengukuran yang lebih teliti. 

Semoga bermanfaat!!

Komentar

Postingan Populer